Hai! Kenalkan aku Aki, nama lengkapku Ichiki Akihito! Yah langsung ke topik ya, aku ingin bercerita sedikit tentang kesedihanku. Kuharap dengan begini rasa sedihku bisa hilang sedikit demi sedikit. Di akhir dari cerita sedihku ini, ada sebuah kebahagiaan yang sangat berkesan! Aku memiliki sahabat, dia bernama Yamaguchi Masao. Panggil saja dengan Mao. Aku sangat sayang padanya, dan aku harap dia juga begitu. Aku dan dia dibilang seperti anak kembar karena selalu berdua. Tentu saja, aku dan dia sudah berteman sejak masih sangat kecil. Dialah satu-satunya orang yang kupercaya karena aku memang lahir ditengah-tengah keluarga yang tidak harmonis. Aku benci kedua orang tuaku sedangkan aku anak tunggal. Hampir semua rahasiaku kuceritakan pada Mao. Tapi ternyata semua itu tidak seperti yang kukira. Dia mengkhianatiku. Hatiku sangat sakit. Orang yang selama ini kukira paling bisa mengerti aku, ternyata dia mengkhianatiku tanpa rasa bersalah. Kisah ini berawal ketika kami mulai masuk SMP. Kita selalu bersama dan saling melindungi. Awalnya aku dan dia masih berteman sangat dekat. Tetapi semua itu dirusak oleh seorang lelaki yang dekat denganku, terus terang saja waktu itu aku tidak menyukainya, tetapi Mao menyukainya dan sekarang aku menyukai lelaki itu juga. Suatu hari aku dan lelaki itu pulang bersama. Sebut saja dia Yuuya. Saat itu aku belum memiliki perasaan apa-apa pada Yuuya. Mao melihat kami pulang bersama entah mengapa saat itu dia menjauhiku. Kupikir mungkin waktu itu dia ada urusan sehingga pulang lebih awal dan tidak pulang bersama. Keesokan harinya ia semakin menjauh dariku, ketika aku mendekatinya selalu saja dia mencari alasan agar tidak bisa bertemu denganku lama-lama. Baru aku sadari kalau ternyata Mao menyukai Yuuya. Akhirnya aku mencoba berbagai cara agar Yuuya juga menyukai Mao. Kukenalkan mereka dan kutinggalkan mereka berdua. Kulihat mereka semakin dekat, melihat mereka pikiranku seperti ada yang mengganjal, aku berpikir, apakah aku menyukai Yuuya? Pertanyaanku terjawab saat aku melihat Yuuya dan Mao bergandengan tangan. Aku tak kuat melihat peristiwa itu, akupun berlari ke kamar mandi dan menangis disana. Lalu aku berpikir. Untuk apa aku menangis? Aku melakukan ini untuk kebahagiaan sahabatku. Kukuatkan diriku dan mencoba menahan tangis. Mao semakin lama kembali dekat denganku, tapi tak berapa lama dia kembali menjauhiku. Setelah aku bicara dari hati ke hati dengan Mao, dia hanya diam dan menutup-nutupi sesuatu. Tidak lama Yuuya dan Mao berpacaran. Sekarang Mao benar-benar menjauhiku. Aku sadar, ternyata Mao hanya memanfaatkanku untuk mendekati Yuuya. Aku terus menangis dan kulampiaskan kemarahanku ini dengan bermain musik. Mulai dari sinilah aku mulai mencintai musik. Kulupakan semuanya dengan bermain musik. Di sekolahku ada lomba musik, aku mengikuti lomba itu. Biasanya saat aku akan menghadapi lomba Mao selalu membawakan onigiri, makanan kesukaanku. Tapi lomba kali ini terasa sangat sepi. Hampir aku menangis karena teringat kenanganku bersama Mao. Kini giliranku tampil. Kurasakan setiap nada yang kumainkan. Kuhayati dengan penuh perasaan. Tak sadar air mataku menetes. Ternyata, aku memenangkan lomba itu! Aku sangat senang! Tetapi aku juga merasakan sedih karena tidak ada siapapun di sekitarku untuk tempatku berbagi. Tiba-tiba Yuuya mendatangiku dan memberikan selamat. Aku sangat senang karena kupikir Mao juga akan datang. Ternyata Mao menunggu di luar. Karena tidak tahan, kuberanikan diri untuk berbicara jujur pada Mao. Kubicarakan ini sambil berlinangan air mata. Mao menggenggam tanganku sambil berkata maaf dan menangis. Yuuya akhirnya mengetahui bahwa Mao hanya memanfaatkanku. Yuuya memutuskan hubungannya dengan Mao. Aku tentu saja merasa bersalah karena kupikir Yuuya marah karenaku dan kupikir Mao akan sangat marah terhadapku. Tetapi ternyata Mao memelukku. Kurasakan kembali kehangatan Mao. Tidak lama setelah itu Yuuya memintaku untuk menjadi pacarnya. Aku tidak tahu harus menjawab apa karena kupikir Mao akan sakit hati. Tetapi tidak. Ternyata Mao sudah berpacaran dengan teman Yuuya bernama Shinji. Kini aku lega. Aku bisa kembali bersama Mao, tidak terasa kami sudah lulus, sulit bagi kami berempat untuk berpisah, jadi kami memilih SMA yang sama! Sungguh menyenangkan! Yah inilah ceritaku, menurutku sedih karena aku mengalaminya. Sudah ya!
Akhirnyaaaaaaaa gue bikin ff lagi setelah sekian lama hiatus!! Ada yang beda sama ff gue yang ini? Yoyoy, ff gue kali ini sudut pandang orang pertama. Do'akan kawan, besok saya ujian, wish me luck! :)
Tuesday, June 7, 2011
Friend Friend Friend
Posted by Abel SID di 6:05 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment